Senin, 15 Oktober 2012

10 KIAT TEGAR MENGHADAPI COBAAN

Bismillah ...Sahabatqu yg mudah-mudahan snantiasa dalam bimbinganNya.. ada bbrapa kiat untuk kita berusaha kuat dan tegar dalam menyikapi setiap cobaan atau musibah.. antara lain:

1.Mengimani takdir ilahi

Setiap menghadapi cobaan hendaklah seseorang tahu bahwa setiap yang Allah takdirkan sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi pastilah terjadi.

2.Yakinlah, ada hikmah di balik cobaan

Hendaklah setiap mukmin mengimani bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti ada hikmah di balik itu semua, baik hikmah tersebut kita ketahui atau tidak kita ketahui

3.Ingatlah bahwa musibah yang kita hadapi belum seberapa
Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mndptkn cobaan dicaci, dicemooh n disiksa oleh orang2 musyrik dg brbgai cara. Bila kita mengingat musibah yg menimpa beliau, insyaAllahkita akan merasa ringan dlm mnghadapi musibah krn musibah kita tak sberapa dibanding beliau

4.Ketahuilah bahwa semakin kuat iman, maka akan semakin diuji keimanan kita

5.Yakinlah, di balik kesulitan ada kemudahan.

Dlm surat Alam Nasyroh, Allah berfirman, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
“Satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan.”

6.Hadapilah cobaan dengan ber-SABAR

Bersabar adalah menahan hati dan lisan dari berkeluh kesah serta menahan anggota badan dari perilaku emosional seperti menampar pipi dan merobek baju.

7.Bersabarlah di awal musibah

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Yang namanya sabar seharusnya dimulai ketika awal ditimpa musibah.”
Itulah sabar yang sebenarnya. Sabar yang sebenarnya bukanlah mengeluh lebih dulu di awal musibah.

8.Yakinlah bahwa pahala sabar begitu besar

Ingatlah janji Allah, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yg dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar:10). Al Auza’i mengatakan, “Pahala bagi orang yg bersabar tidak bisa ditakar dan ditimbang. Mereka benar-benar akan mendapatkan ketinggian derajat.” As Sudi mengatakan, “Balasan orang yang bersabar adalah surga.”

9.Ucapkanlah “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un ...”

Do'a ini yg semestinya diucapkan oleh seorang muslim saat ia ditimpa musibah . Insya Allah, dengan ini ia akan mendapatkan ganti yang lebih baik.

10.Introspeksi diri

Musibah dan cobaan boleh jadi disebabkan dosa-dosa yg pernah kita perbuat baik itu kesyirikan, bid’ah, dosa besar dan maksiat lainnya. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan apa saja musibah yg menimpa kamu maka adalh disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy Syura: 30).

Maksudnya adalh krn sebab dosa-dosa yg dulu pernah diperbuat. Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Akan disegerakan siksaan bagi orang-orang beriman di dunia disebabkan dosa-dosa yang mereka perbuat, dan dengan itu mereka tidak disiksa (atau diperingan siksanya) di akhirat.

(♥ Subhanallah || Semoga Bermanfaat & Silahkan Di Share ♥)

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa atuubu Ilaik ...
»»  READMORE...

Keutamaan Qabliyah Shubuh, Sholat 2 Raka’at Sebelum Sholat Subuh


مسلم. وفي رواية (( لهما أحب إلي من الدنيا جميعاً ))

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dua raka’at Shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim] dalam riwayat lain dengan lafazh : “Sungguh kedua raka’at tersebut lebih aku cintai daripada dunia semuanya.”.

Makna Kalimat :

Shalat Fajr : yakni Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah Shubuh.

lebih baik dari pada dunia : yakni lebih baik daripada perhiasan dunia. Ada juga yang berpendapat maknanya : lebih baik daripada menginfakkan harta dunia di jalan Allah. Makna pertama lebih tepat.

Pelajaran dari Hadits :

1. Keutamaan akhirat dibanding dunia. Karena perhiasan dunia, bagaimanapun indah dan mahalnya, maka itu semua akan hilang dan sirna. Adapun akhirat, maka kenikmatannya kekal selama-lamanya dan tidak akan sirna. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ [النحل/96]

“Apa yang di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” [An-Nahl : 96]

Maka orang yang berakal sehat tidak akan menyibukkan dirinya dengan sesuatu yang fana dengan meninggalkan yang kekal. Namun seorang yang berakal sehat adalah seorang yang senantiasa memperhatikan dan bersemangat terhadap sesuatu yang membawa kebaikan untuk akhiratnya, dengan tetap mencari kehidupan dunia sekadar mencukupi kebutuhannya. Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا [القصص/77]

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kehidupan dunia.” [Al-Qashash : 77]

2. Betapa besar nilai pahala yang Allah berikan untuk dua rakaat shalat fajr (yakni shalat sunnah rawatib qabliyah shubuh), padahal dua raka’at tersebut adalah amalan yang ringan. Ini merupakan salah satu bentuk keutamaan dan keluasan rahmat Allah ‘Azza wa Jalla.

3. Jika seorang muslim telah mengetahui betapa besar nilai pahala shalat fajr, maka selayaknya dia untuk senantiasa menjaganya. Sungguh dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam benar menjaga shalat fajr tersebut dengan sebenar-benar penjagaan, sampai-sampai ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan : “Beliau sama sekali tidak pernah meninggalkan kedua rakaat tersebut.” beliau juga menuturkan : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menjaga amalan nafilah lebih kuat dibanding konsistensi beliau menjaga dua rakaat fajr.”

4. Tuntutan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah melaksanakan dua rakaat ini dengan ringan. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meringankan pelaksanaan dua rakaat shalat yang dikerjakan sebelum shalat shubuh, sampai-sampai aku mengatakan, ‘Apakah beliau membaca Ummul Kitab‘?” [Muttafaqun ‘alaihi]

5. Tuntunan sunnah pada rakaat pertama setelah surat Al-Fatihah membaca surat Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua setelah surat Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (Qul huwallahu ahad).

Atau boleh juga pada rakaat pertama membaca ayat :

قُولُوا آَمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (136) [البقرة/136]

Katakanlah (wahai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. [Al-Baqarah : 136]

Sedangkan pada rakaat kedua membaca :

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ (64) [آل عمران/64]

Katakanlah: “Wahai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian, yaitu kita tidak beribadah kecuali kepada Allah dan tidak kita persekutukan-Nya dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Rabb-Rabb selain Allah”. Kika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. [Ali ‘Imran : 64]

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari shahabat Abu Hurairah :

أن رسول الله قرأ في ركعتي الفجر ( قل يا أيها الكافرون ) و (قل هو الله أحد) رواه أبو داود

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada shalat dua rakaat fajr surat “Qul Ya Ayyuhal Kafirun” dan surat “Qul Huwallahu Ahad” [HR. Abu Dawud]

Shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan :

كان رسول الله يقرأ في ركعتي الفجر (قولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا ) والتي في آل عمران ( تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم ) رواه مسلم

Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada dua rakaat fajr :

(قولوا آمنا بالله وما أنزل إلينا )

dan berikutnya ayat yang pada surat Ali ‘Imran

( تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم ) [HR. Muslim]

6. Apabila seorang muslim mengerjakan shalat fajr tersebut di rumahnya, kemudian dia merasa ingin istirahat sejenak, seperti kalau sebelumnya ia telah mengerjakan shalat tahajjud dengan sangat panjang, maka dituntunkan baginya untuk berbaring pada bagian kanan, dengan syarat dia yakin bahwa ia tidak akan ketinggalan shalat shubuh berjama’ah di masjid. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha : “Dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila shalat dua rakaat fajr, beliau kemudian berbaring pada bagian kanannya.” [HR. Al-Bukhari]

7. Shalat sunnah fajr adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum shalat shubuh. Apabila dia sampai ke masjid ternyata iqamat sudah dikumandangkan (sementara dia belum sempat mengerjakan shalat fajr), maka ia tetap langsung shalat shubuh berjama’ah bersama imam. Kemudian dia bisa mengerjakan shalat sunnah fajr tersebut setelah shalat berjama’ah shubuh. Atau kalau dia mau, dia menunggu sampai matahari terbit dan mengerjakannya ketika matahari sudah tinggi.

Dari shahabat Qais bin ‘Amr :

رأى رسول الله رجلا يصلي بعد صلاة الصبح ركعتين، فقال رسول الله: ( صلاة الصبح ركعتان ) فقال الرجل : إني لم أكن صليت الركعتين اللتين قبلهما، فصليتهما الآن. فسكت رسول الله

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang pria shalat dua rakaat setelah shalat shubuh. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menegurnya, “Shalat shubuh itu hanya dua rakaat.” Maka pria tersebut menjawab, “Aku tadi belum sempat mengerjakan shalat dua rakaat yang dikerjakan sebelumnya (yakni qabliyah shubuh), maka aku mengerjakannya sekarang.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun diam (tanda setuju). [HR. Abu Dawud. Dan Al-Imam Al-Mubarakfuri mentarjih hadits ini shahih, dalam kitab beliau Tuhfatul Ahwadzi Syarh At-Tirmidzi).

Sumber: http://qurandansunnah,wordpress,com

»»  READMORE...

MANUSIA ITU MENYUKAI NERAKA




Ketua sebuah pengajian meminta maaf kepada penceramah karena jamaah yang hadir dalam pengajian tersebut tidak banyak. Ia semula mengharapkan agar jamaah yang datang dapat mencapai ribuan orang, tetapi ternyata hanya ratusan orang. Ia khawatir apabila penceramah kecewa dengan jumlah yang sedikit itu.

Apa komentar penceramah tersebut? Ia justru bersyukur dan tidak merasa kecewa. Katanya, ''Memang calon penghuni surga itu jumlahnya lebih sedikit dibandingkan calon penghuni neraka.'' Ia pernah membaca koran bahwa di Ancol diadakan pagelaran maksiat. Yang hadir dalam pesta kemungkaran itu mencapai 700 ribu orang. Kendati pesta itu dimulai jam delapan malam, pengunjung sudah mulai datang sejak jam satu siang.

Penceramah kemudian bertanya kepada para hadirin, ''Apakah ada pengajian yang dihadiri oleh 700 ribu orang?''
Hadirin pun serentak menjawab, ''Tidak ada.''
Ia kemudian bertanya lagi, ''Apakah ada pengajian yang dimulai jam delapan malam, tetapi jamaahnya sudah datang jam satu siang?''
Hadirin kembali serentak menjawab, ''Tidak ada.''
Penceramah kemudian berkata, ''Itulah maksiat, dan inilah pengajian. Kalau ada pengajian dihadiri oleh ratusan ribu orang, boleh jadi pengajian itu bermasalah.''

Ia juga mencontohkan dakwah Nabi Nuh AS. Beliau berdakwah selama hampir seribu tahun, tetapi pengikut beliau hanya 40 orang. ''Karena itu, kalau yang datang di pengajian ini mencapai ratusan orang, itu sungguh sudah bagus. Dan, begitulah calon-calon penghuni surga,'' tambahnya.

Lebih jauh, penceramah itu menyampaikan sebuah hadis tentang apa yang akan terjadi pada hari kiamat. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa nanti pada hari kiamat, Nabi Adam AS akan dipanggil oleh Allah SWT. Beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk memisahkan anak-cucunya, mana yang akan masuk surga dan mana yang akan masuk neraka. ''Ternyata,'' kata Nabi Muhammad SAW selanjutnya, ''Dari seribu anak-cucu Adam, 999 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan) masuk neraka, dan hanya satu yang masuk surga.''

Ia kemudian mengajak jamaah untuk mengamati perilaku manusia setiap hari. ''Coba kita amati kehidupan manusia sehari-hari. Kita lihat mereka di pasar, pusat perbelanjaan modern atau mal, televisi, dan di mana saja. Ternyata lebih banyak yang senang bermaksiat daripada yang taat kepada Allah SWT. Orang bohong, penipu, ada di mana-mana, sementara yang shalat di masjid sepi-sepi saja. Ternyata manusia itu lebih menyukai neraka daripada surga.''

sumber: Republika
Semoga Bermanfaat
Salam Santun Ukhuwah Karena_NYA
»»  READMORE...

Minggu, 14 Oktober 2012

BAHAGIA, DIMANA KAU BERADA ?


Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan!
Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan!
Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak pada kekuasaan!
Orang biasa menyangka bahagia terletak pada kepopuleran!
Dan sangkaan-sangkaan lain..

Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta, pada kekuasaan.
Beragam cara dia lakukan untuk merebut kekuasaan.
Sebab, kekuasaan memang sebuah kenikmatan dalam kehidupan.
Dengan kekuasaan seseorang dapat berbuat banyak.
Tapi, betapa banyak manusia yang justru hidup merana dalam kegemilangan kekuasaan.
Dia sama sekali tidak merasakan kebahagiaan, setelah kuasa di tangan.
Sebelum memegang kuasa, senyuman sering menghiasai bibirnya.
Namun, setelah kuasa di dalam genggaman, kesulitan dan keresahan justru menerpanya, tanpa henti..

Sebagian orang mengejar kebahagiaan pada diri wanita cantik atau pria gagah nan tampan.
Dia menyangka setelah menikah dengan seorang wanita cantik atau pria gagah nan tampan, maka dia akan bahagia.
Tapi, tak lama kemudian, bahtera rumah tangganya kandas.
Di depan sorot kamera, tampak mempelai begitu bahagia, bersanding wanita cantik atau pria gagah nan tampan.
Namun, kecantikan dan ketampanan sering menjadi fitnah dan kemudian membawa bencana.
Pujian yang bertabur dari umat manusia tak membuatnya bahagia.

Sebagian orang mengejar kebahagiaan dengan bekerja keras untuk menghimpun harta.
Dia menyangka, bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat kebahagaiaan.
Maka, setelah dia dapat, dia menjadi pecinta harta.
Toh, setelah harta melimpah ruah, kebahagiaan itu pun tak kunjung menyinggahinya.
Harta yang disangkanya membawa bahagia, justru membuatnya resah.
Hidupnya penuh porblema.
Masalah demi masalah membelitnya.
Tak jarang, harta justru membawa bencana.
Kadang, harta yang ditumpuk-tumpuk, menjadi ajang konflik antar saudara dan keluarga…

Disini Ada Bahagia..

Kondisi senantiasa bahagia dalam situasi apa pun, inilah, yang senantiasa dikejar oleh manusia.
Manusia ingin hidup bahagia. Hidup tenang, tenteram, damai, dan sejahtera.
Tapi, apakah yang dimaksud bahagia?
Semua kenikmatan duniawi bisa menjadi tangga yang mengantar kepada kebahagiaan. Semuanya adalah sarana. Bukan bahagia itu sendiri.
Kebahagiaan adalah kondisi hati, yang dipenuhi dengan keimanan, dan berperilaku sesuai dengan keimanannya itu.
Hidup dengan keyakinan dan menjalankan keyakinan.
Manusia-manusia yang berilmu seperti inilah yang hidupnya bahagia dalam keimanan dan keyakinan; yang hidupnya tidak terombang-ambing oleh setiap keadaan.
Dalam kondisi apa pun, hidupnya bahagia, karena dia sudah mengenal Allah, ridha dengan keputusan Allah, dan berusaha menyelaraskan hidupnya dengan segala macam peraturan Allah yang diturunkan melalui utusanNya.
Dia benar-benar menjadi hamba Allah.
Dalam kondisi apa pun, dalam posisi apa pun, manusia semacam ini akan hidup dalam kebahagiaan.
Hidupnya hanya mengacu kepada Allah, dan tidak terlalu peduli dengan reaksi manusia terhadapnya.
Alangkah indah dan bahagianya hidup semacam itu; bahagia lahir dan batin, dunia dan akhirat…

»»  READMORE...

KUNCI PERMASALAHAN


Sesungguhnya ada banyak KEBAIKAN disekeliling kita, namun KEEGOISAN menutupi hati, membuat kita tidak MELIHATNYA.

Sesungguhnya kita punya banyak SAHABAT, namun KEBENCIAN membuat kita memandang mereka sebagai MUSUH.

Sesungguhnya kehidupan kita sudah BAHAGIA, namun rasa TIDAK BERSYUKUR membuat kita hidup MENDERITA.

Sesungguhnya PEKERJAAN kita sudah BAGUS, namun AMBISI berlebihan membuat kita terus MENGELUH & PROTES.

Sesungguhnya kita sudah memiliki BANYAK, namun KESERAKAHAN membuat kita merasa MISKIN.

Sesungguhnya hidup ini DAMAI, namun KEGELISAHAN membuat dunia terasa bagai MEDAN PERANG.

Kunci permasalahan tidak ada DILUAR, melainkan ada dalam HATI kita

»»  READMORE...

Minggu, 07 Oktober 2012

"MENCARI PASANGAN HIDUP"

Nasehat bijak:
Waktu terus berjalan, tapi tidak pernah kembali. …

Suatu hari, seorang guru dan seorang pemuda sedang duduk di bawah pohon di tengah lapangan rumput.
Kemudian si pemuda bertanya … Guru … saya ingin bertanya bagaimana cara menemukan pasangan hidup ?
Bisakah membantu saya?

Guru diam sesaat kemudian menjawab …” Itu pertanyaan yang gampang – gampang susah

“ Pemuda itu di buat bingung oleh jawaban gurunya ”
Begini … coba kamu lihat ke depan, banyaksekali rumput disana … coba kamu berjalan kesana tapi jangan berjalan mundur,
tetap berjalan lurus ke depan, ketika berjalan coba kamu temukan sehelai rumput yang paling indah kemudian berikan kepada saya
.. tapi hanya sehelai rumput “ Pemuda itu berjalan menyusuri padang rumput yang luas.

Dalam perjalanan itu dia menemukan sehelai rumput yang indah namun tidak di ambilnya .. karena dia berfikir akan menemukan yang lebih indah … dan tanpa pemuda itu sadari, ia telah sampai di akhir padang rumput. Pada akhirnya dia mengambil sehelai rumput yang paling indah yang ada .. kemudian kembali ke Gurunya Ini Guru” Saya tidak melihat ada yang spesial pada rumput yang ada di tanganmu

“ Dalam perjalanan saya menyusuri padang rumput tadi, saya menemukan beberapa helai rumput yang indah, namun saya berfikir saya akan menemukan yang lebih indah dalam perjalanan saya.

Tetapi tanpa saya sadari saya telah berada di akhir padang rumput dan kemudian saya mengambil sehelai rumput yang paling indah yang ada di akhir padang rumput itu karena Guru melarang saya untuk kembali Guru menjawab dengan tersenyum
” Itulah yang terjadi di kehidupan nyata “

* Rumput andaikan orang – orang yang ada di sekitarmu
* Rumput yang indah bagaikan orang yang menarik perhatianmu
* Padang rumput bagaikan waktu

” Dalam mencari pasangan hidup, jangan selalu membandingkan dan berharap bahwa ada yang lebih baik. Karena dengan melakukan itu … kamu telah membuang buang waktu …
dan ingat Waktu Tidak Pernah Kembal
»»  READMORE...

Jumat, 05 Oktober 2012

JANGAN KHAWATIR SAHABAT, MASIH ADA JALAN KELUAR!

Ketika permasalahan hidup membelit dan kebingungan serta kegalauan mendera rasa hati. Ketika gelisah jiwa menghempas-hempas. Ketika semua pintu solusi terlihat buntu.

Dan kepala serasa hendak meledak: tak mengerti apalagi yang mesti dilakukan. Tak tahu lagi jalan mana yang harus ditempuh. Hingga dunia terasa begitu sempit dan menyesakkan.

Ketika kepedihan merujit-rujit hati. Ketika kabut kesedihan meruyak, menelusup ke dalam sanubari. Atas musibah-musibah yang beruntun mendera diri. Apalagi yang dapat dilakukan untuk meringankan beban perasaan? Apalagi yang dapat dikerjakan untuk melepas kekecewaan?

Ketika kesalahan tak sengaja dilakukan. Ketika beban dosa terasa menghimpit badan. Ketika rasa bersalah mengalir ke seluruh pembuluh darah. Ketika penyesalan menenggelamkan diri dalam air mata kesedihan. Apa yang dapat dilakukan untuk meringankan beban jiwa ini?

Allah berfirman, "Barangsiapa bertakwa kepada-Nya, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar."

Rasulullah bersabda, "Ikutilah kesalahan dengan amal baik, niscaya ia akan menghapus dosa-dosamu."

Ibnul Jauzi pernah berkata, "aku pernah dihimpit permasalahan yang membuatku gelisah dan galau berlarut-larut. Kupikirkan dan kucari solusi dengan segala cara dan usaha.

Tapi aku tidak menemukan satu jalan pun untuk keluar darinya, hingga kutemukan ayat itu. Maka kusadari, bahwa jalan satu-satunya keluar dari segala kegalauan adalah ketakwaan. Dan ketika jalan ketakwaan itu kutempuh, tiba-tiba Allah sudah lebih dulu menurunkan penyelesaian. Maha suci Allah.

Sungguh kita semua pasti pernah merasakan kebuntuan hati. Seolah semua jalan keluar sudah tertutup rapat. Maka saat itulah kita baru menyadari betapa lemahnya kita dan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT.

Menyadari kelemahan bukan berarti pasrah sebelum ikhtiar. Bukan pula pembenaran atas segala kesalahan dan kecerobohan. Namun sebagai bentuk bersandarnya hati pada Dzat yang Maha Besar, yaitu Allah SWT, manakala semua langkah ikhtiar untuk keluar dari permasalahan sudah dicoba.
»»  READMORE...

NASEHAT UNTUK YG SUKA MINUM MIRAS

Di sebuah pemukiman, banyak orang tua yang resah dan mengeluh karena sebagian besar anak anak remaja mereka mulai kecanduan alkohol.

Para orang tua khawatir jika tidak segera dihentikan, kebiasaan ini akan berakibat buruk bagi kesehatan anak anak mereka.

Suatu hari, seorang profesor dari Badan Rehabilitasi Ketergantungan Obat dan Minuman Keras didatangkan untuk memberikan penyuluhan kepada para pemuda di pemukiman tersebut.

Si profesor mendemonstrasikan keahliannya dengan menunjukkan dua buah tabung kaca yang masing masing diisi air murni dan alkohol. Kemudian, seekor cacing dimasukkan ke dalam tabung pertama yang berisi air murni dan cacing itu pun berenang dengan girangnya. Setelah itu, si profesor memasukan cacing lainnya ke dalam tabung yang berisi alkohol. Dan apa yang terjadi? Cacing itu pun menggelepar kesakitan, tak lama kemudian tubuhnya menyusut seperti balon kempis.

Dengan cara seperti itu, si profesor ingin menunjukkan betapa berbahayanya alkohol terhadap organ organ tubuh manusia. Dan diharapkan mereka segera menghentikan kebiasaan buruknya itu.

"Apa makna dari percobaan ini?" tanya profesor kepada salah seorang pemuda yang duduk di barisan depan dan sejak tadi tampak serius mengamati percobaan tersebut.

"Sekarang terbukti, Profesor, bahwa alkohol memang sangat ampuh untuk membunuh cacing yang ada di dalam tubuh kita. Maka, mulai hari ini, mari kita minum alkohol lebih banyak lagi agar kita terhindar dari cacingan," teriak anak muda itu sembari memprovokasi kawan kawannya.

PESAN MORAL :

Mengharapkan perubahan atau memberi pengertian kepada orang orang yang telah memiliki pemikiran negatif memang tidak mudah, karena mereka telah memiliki pendapat atau argumen yang mereka yakini paling benar.

Perubahan baru bisa terjadi ketika mereka sendiri yang menemukannya. Dan biasanya baru disadari ketika penderitaan atau hal hal buruk mulai menghampiri kehidupan mereka sebagai akibat dari perbuatannya.
»»  READMORE...

TANDA-TANDA KEMATIAN

Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian.

Tanda 100 hari menjelang ajal :
Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di h
ati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

Tanda 40 hari menjelang ajal :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

Tanda 7 hari menjelang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.

Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan di tengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya. SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada. Aamiin.
»»  READMORE...

WANITA VS PIALA BERGILIR

Untuk para wanita,ane mau nanya,,

APA UNTUNGNYA PACARAN BUAT KALIAN ??

Mari kita renungkan,
dalam islam pacaran adlah haram,karena dekat dengan jinah,dan dekat dengan kerusakan,

mari kita perhatikan,
pertama cewe dan cowo kenlan,trus ktemuan,trus jadian,trus si cowo mulai pegang2,trus si cowo mulai raba2,nah cuma butuh sedikit gombalan bisa tuh di tidurin,jadi tuh kerusakan,,

nah kalo sudah gt,apa untungnya buat cewe ??

Si cowo jika sudah merasa puas,dia kn secpatnya pergi,tp yang aneh si cewenya ngga kapok2,besoknya mereka hubngan lagi dngan yg lain,karena seringnya gonta ganti jadilah si cewe itu PIALA BERGILIR,

Dan yang gilanya,si cewe cuek2 sj,
aneh,,knp cewe tidak kapok2,,

mnding kalo critanya mau nikah,ini yang anak SMP,SMA,ANAK KULIAHAN buat mereka apa untungnya pcaran,yg ada mereka jadi PIALA BERGILIR dan jadi BARANG SECOND,

Sobat,tidak semua cewe itu rusak,
dan tidak semua cowo jadi perusak,
tp cewe dan cowo yang soleh sudah semakin sedikit,

buat para cewe,jglah martabat kalian,jngan jadi PIALA BERGILIR,sabar dan tunggulah,jodoh yg halal psti datang,tidak ada untungnya buat kalian,apalagi jika kalian hamil sblum nikah,dan si cowo nggalin kalian,masyaallah ruginya dunia akhirat tuh,

so,buat cewe yg jaga martabatnya ane sampaikan SALAM SALUT
»»  READMORE...

BIODATA IBLIS


Tak kenal maka tak sayang... Tapi untuk makhluk yang satu ini jangan disayang yaa...

Nama : Iblis
Gelar : Laknatullah ‘Alaihi (semoga Allah melaknatnya)
Lahir : Sebelum diciptakan manusia
Tempat tinggal : Toilet dan rumah yang tidak disebut nama Allah ketika memasukinya
Singgasana : Di atas air

Rumah masa depan : Neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat tinggal
Agama : Kafir
Jabatan : Pimpinan Umum orang-orang yang dimurkai Allah dan sesat
Masa Jabatan : Hingga hari Kiamat
Karyawan : Setan jin dan setan manusia
Partner dalam bekerja : Orang yang diam dari kebenaran
Agen : Dukun dan paranormal

Musuh : kaum muslimin
Kekasih di dunia : Wanita yang hobi telanjang dan pamer aurat
Keluarga : Para thaghut
Cita-cita : Ingin membuat semua manusia kafir
Motto : Kemunafikan adalah akhlak yang paling utama
Hobi : Menyesatkan manusia dan menjerumuskan ke dalam dosa

Lukisan kesayangan : Tato
Mata pencaharian : Mencari harta yang haram
Makanan favorit : Bangkai manusia (ghibah)
Tempat favorit : Tempat-tempat najis dan tempat maksiat
Tempat yang dibenci : Majlis ilmu dan temat-tempat ketaatan
Alat komunikasi : ghibah (menggunjing), namimah (adu domba) , dan dusta

Jurus Andalan :
1. Memoles kebathilan
2. Menamakan Maksiat dengan nama yang indah
3. Menamakan Ketaatan dengan nama yang tidak disukai
4. Masuk melalui pintu yang disukai manusia
5. Menyesatkan manusia secara bertahap
6. Menghalang-halangi manusia dari kebenaran
7. Berlagak sebagai penasihat

Kelemahan :
1. Tidak berkutik di hadapan orang yang ikhlas
2. kewalahan menghadapi orang yang berilmu
3. Lari dari suara adzan
4. Lari dari rumah yang dibacakan al-Baqarah
5. Menyingkir dari orang yang berdzikir kepada Allah
6. Menangis ketika melihat orang bersujud kepada Allah
»»  READMORE...

ANTARA JIN, IFRIT, SYAITAN DAN IBLIS

Jin, Ifrit, Syaitan dan Iblis adalah merupakan sebahagian daripada golongan Jin, cuma tugas dan fungsi mereka sahaja yang berbeda. Jin sebagaimana yang telah diterangkan di atas ialah sejenis mahkluk Allah yang tersembunyi dan tidak kelihatan oleh manusia. Pengetahuan mereka lebih luas dan sangat panjang usianya.
Manakala Ifrit pula adalah daripada golongan Jin yang sangat kuat dan bijak menipu serta sangat busuk hati terhadap manusia. Golongan ini tersangat sombong lagi amat durhaka kepada Allah.

Iblis dan Syaitan juga terdiri daripada golongan Jin dan mereka merupakan golongan Jin yang sangat sombong lagi durhaka, pengacau dan menjadi musuh utama manusia dan mendapat kutukan Allah sehingga ke hari kiamat.
Sebagaimana Firman Allah yang bermaksud :

" Iblis menjawab : Sebab engkau telah menghukum saya dengan tersesat, saya akan menghalang halangi mereka dari jalan Mu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangani mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Engkau tak akan mendapati kebanyakan dari mereka bersyukur ( taat )."
Sesetengah ulama berpendapat bahawa Azazil itu bukanlah moyang Jin, sebenarnya beliau merupakan satu Jin yang paling abid dan alim di kalangan Jin yang di angkat menjadi ketua ahli-ahli ibadat kepada Jin dan Malaikat. Dia menjadi angkuh dan takbur di atas keilmuan, ketakwaan dan banyak beribadat serta asal usul kejadiannya berbanding dengan manusia ( Adam ). Maka dengan sifat beliau yang sombong itu Allah telah melaknatnya menjadi kafir dengan nama Iblis.

Bermula dari saat itulah Iblis melancarkan gerakan permusuhan dengan manusia sehingga ke hari kiamat.

Allah telah menjelaskan bahawa terdapat tiga jenis permusuhan dilakukan oleh Jin ke atas manusia iaitu :-

Melalui Kejahatan ( As-Suu’ ) : iaitu berkenan dan gemar kepada dosa-dosa dan maksiat hati dan segala anggota tubuh badan.

Kekejian ( Al-Fahsyaa’ ) : iaitu kejahatan yang lebih buruk dan jahat lagi. Kekejian ini adalah sebahagian daripada perkara yang membawa kepada kedurhakaan dan maksiat kepada Allah.

Melalui pembohongan dan menipu Allah melalui perbuatan, perkataan dan nawaitu.
»»  READMORE...